Dari Kampung ke Pasar yang Lebih Luas, Kisah Azis Ramdani Bangun Kerajaan Arang Tempurung Kelapa dari Nol

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Di tengah banyaknya anak muda yang memilih merantau ke kota untuk mencari peluang, M Azis Ramdani justru membuktikan bahwa kesuksesan bisa diraih dari desa. Berbekal tekad kuat, kerja keras, dan keyakinan terhadap potensi lokal, pemuda asal Desa Palasarihilir, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi ini berhasil mengembangkan usaha arang tempurung kelapa yang kini dipercaya berbagai rumah makan hingga restoran.

Perjalanan bisnis yang dijalaninya tidak selalu mulus. Di masa awal merintis usaha, Azis harus berjuang keras memperkenalkan produknya. Dengan membawa sampel arang tempurung kelapa, ia mendatangi satu per satu rumah makan dan warung makan untuk menawarkan hasil produksinya secara langsung.

Metode door to door menjadi jalan yang dipilihnya untuk membuka pasar. Tak jarang ia harus menghadapi penolakan, keraguan calon pelanggan, hingga tantangan persaingan usaha. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah.

“Yang terpenting adalah konsisten menjaga kualitas dan terus berusaha. Saya percaya setiap usaha pasti ada hasilnya jika dijalani dengan sungguh-sungguh,” ujar Azis.

Kerja kerasnya pun mulai membuahkan hasil. Seiring waktu, kualitas arang tempurung kelapa produksinya semakin dikenal. Produk tersebut dinilai memiliki daya tahan panas yang baik dan cocok digunakan sebagai bahan bakar untuk berbagai kebutuhan kuliner. Kepercayaan pelanggan terus bertambah hingga produknya kini digunakan oleh sejumlah rumah makan dan restoran.

Baca Juga :  ‎Skandal Rumah Tangga Terbongkar, Suami di Sukabumi Laporkan Dugaan Perselingkuhan Istri ke Polisi

Di balik kesuksesannya, Azis memiliki prinsip hidup yang selalu menjadi penyemangat dalam menjalankan usaha, yakni “Tinggal di Desa, Rezeki Kota, Bisnis Mendunia.”

Menurutnya, tinggal di desa bukan berarti memiliki keterbatasan dalam mengembangkan usaha. Justru dari desa, berbagai potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang mampu menembus pasar lebih luas.

“Desa memiliki banyak potensi yang belum tergarap maksimal. Jika dikelola dengan baik, produk dari desa pun bisa dikenal hingga luar daerah bahkan mancanegara,” katanya.

Tak hanya berorientasi pada keuntungan, Azis juga berharap usaha yang dibangunnya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Industri arang tempurung kelapa yang dikembangkannya diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan nilai jual limbah tempurung kelapa yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Baca Juga :  Forum Pengurangan Risiko Bencana Resmi Dibentuk, K.H. Encep Hadiana Terpilih Jadi Ketua

Kisah Azis Ramdani menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Dibutuhkan keberanian untuk memulai, ketekunan dalam menghadapi berbagai tantangan, serta komitmen menjaga kualitas agar mampu bertahan dan berkembang.

Dari sebuah desa di Sukabumi, langkah kecil yang dimulainya dengan menawarkan produk dari pintu ke pintu kini telah berkembang menjadi usaha yang memiliki peluang besar menembus pasar nasional hingga internasional. Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang sederhana, selama ada kemauan untuk terus berjuang dan berkembang.

Berita Terkait

‎Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Sungai Cikembar Sukabumi, Polisi Bawa ke RSUD Sekarwangi‎
Polemik Trayek 02 dan 09 di Terminal Cicurug Belum Usai, Dishub Minta Sopir Tahan Diri Sambil Tunggu Keputusan Provinsi
Dana CSR PT Bogorindo Rp50 Juta Disalurkan untuk Pembangunan RT/RW di Desa Cimanggu
‎Krisis Air Bersih di Jampangtengah, Warga Padabeunghar Rela Jalan 500 Meter Demi Dapatkan Air
Warga RW 05 Kampung Cimenteng Swadaya Cor Jalan Lingkungan, Bukti Semangat Gotong Royong Masih Terjaga
‎Viral Air Sungai Berubah Hijau, DLH Jabar Turun ke Cikembar: Hasil Uji Laboratorium Ditunggu 14 Hari
HSI Berbagi Turun Tangan Selamatkan Lingkungan Cikembar, Sungai Dibersihkan dan 500 Pohon Siap Ditanam
BPP Cikembar Sosialisasikan Program PM-AAS, Dorong Pertanian Modern Tingkatkan Produktivitas Padi
Berita ini 252 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:13 WIB

‎Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Sungai Cikembar Sukabumi, Polisi Bawa ke RSUD Sekarwangi‎

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Polemik Trayek 02 dan 09 di Terminal Cicurug Belum Usai, Dishub Minta Sopir Tahan Diri Sambil Tunggu Keputusan Provinsi

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:53 WIB

Dana CSR PT Bogorindo Rp50 Juta Disalurkan untuk Pembangunan RT/RW di Desa Cimanggu

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:48 WIB

‎Krisis Air Bersih di Jampangtengah, Warga Padabeunghar Rela Jalan 500 Meter Demi Dapatkan Air

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:09 WIB

Warga RW 05 Kampung Cimenteng Swadaya Cor Jalan Lingkungan, Bukti Semangat Gotong Royong Masih Terjaga

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:43 WIB

‎Viral Air Sungai Berubah Hijau, DLH Jabar Turun ke Cikembar: Hasil Uji Laboratorium Ditunggu 14 Hari

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:19 WIB

HSI Berbagi Turun Tangan Selamatkan Lingkungan Cikembar, Sungai Dibersihkan dan 500 Pohon Siap Ditanam

Senin, 13 Juli 2026 - 14:38 WIB

BPP Cikembar Sosialisasikan Program PM-AAS, Dorong Pertanian Modern Tingkatkan Produktivitas Padi

Berita Terbaru