JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Ratusan hingga ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) Sukabumi Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Kamis (24/6/2026). Mereka menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam aksi tersebut, para peserta menyampaikan bahwa program MBG dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat, mulai dari peningkatan gizi anak-anak, pemberdayaan pelaku usaha lokal, hingga terbukanya lapangan pekerjaan baru melalui operasional dapur-dapur MBG.
Ketua Aliansi Masyarakat Peduli MBG Sukabumi Raya, Yandra Utama Santoso, mengatakan program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Ketika dapur-dapur MBG hadir di suatu wilayah, kita melihat adanya pergerakan ekonomi. Supplier, petani, nelayan, hingga tenaga kerja lokal ikut merasakan manfaatnya. Ini yang harus dijaga dan diperbaiki bersama,” ujarnya saat menyampaikan orasi.
Menurut Yandra, berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program seharusnya menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pengawasan, bukan alasan untuk menghentikan program secara keseluruhan.
Ia menilai jika terdapat oknum yang melakukan penyimpangan, maka yang harus ditindak adalah pelaku pelanggaran, sementara manfaat program bagi masyarakat tetap harus dipertahankan.
Selain meminta program MBG dilanjutkan, massa juga mendorong pemerintah memperkuat landasan hukum program tersebut agar keberlangsungannya lebih terjamin. Mereka juga meminta adanya perbaikan sistem pengawasan dan tata kelola agar pelaksanaan program berjalan lebih transparan dan akuntabel.
Sementara itu, Muhammad Raffi Nasution yang memperkenalkan diri sebagai tim hukum penanggung jawab kegiatan, menyampaikan penolakan terhadap sejumlah narasi yang dianggap mendiskreditkan program MBG maupun Presiden Prabowo Subianto
Menurutnya, kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun ia berharap penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara yang santun dan tidak mengandung unsur penghinaan.
”Kami menghormati kebebasan berpendapat. Namun kami berharap kritik disampaikan secara konstruktif dan tidak menggunakan narasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan,” katanya.
Di sisi lain, sejumlah kalangan mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil sebelumnya diketahui menyampaikan kritik terhadap program MBG. Kritik tersebut umumnya berkaitan dengan aspek pengelolaan anggaran, mekanisme pengawasan, serta dugaan penyimpangan yang sempat mencuat di beberapa daerah
Para pengkritik menilai pemerintah perlu memastikan program berjalan transparan dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Meski demikian, massa aksi di Sukabumi menegaskan bahwa mereka tetap mendukung keberlanjutan program MBG sembari mendorong evaluasi dan perbaikan di berbagai aspek pelaksanaannya.
Hingga aksi berakhir, kegiatan berlangsung kondusif di bawah pengawalan aparat kepolisian dan petugas terkait. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan aspirasi mereka.















