JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Komisi IV dari Fraksi Golkar, Ferry Supriadi, melaksanakan kegiatan Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di Kampung Sedamukti, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar. Kegiatan tersebut menjadi ajang penyerapan aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan yang dihadapi warga, mulai dari infrastruktur, sarana air bersih, kekeringan dan ketenagakerjaan.
Dalam dialog bersama masyarakat, Ferry menegaskan bahwa sejumlah usulan dan keluhan warga akan menjadi bahan perjuangan di tingkat legislatif untuk ditindaklanjuti melalui program pemerintah daerah.
Menurutnya, kondisi Desa Bojongraharja yang termasuk wilayah rawan rawan dalam kekeringan menjadi salah satu perhatian utama. Ia menilai perlu adanya penguatan sistem mitigasi serta penanganan dalam menangani kekeringan guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan ketika terjadi musim kemarau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Wilayah ini cukup rentan terhadap kekeringan menjadi perhatian kami. Aspirasi masyarakat terkait ini sudah kami catat untuk ditindaklanjuti,” ujar Ferry.
Selain persoalan kekeringan, warga juga menyampaikan kebutuhan di bidang kesehatan serta peningkatan infrastruktur. Meskipun kondisi jalan di wilayah tersebut dinilai sudah cukup baik, namun masih terdapat sejumlah titik yang memerlukan pemeliharaan dan peningkatan kualitas.
Namun demikian, persoalan yang paling banyak mendapat perhatian dalam reses tersebut adalah tingginya angka pengangguran di Kecamatan Cikembar. Padahal, wilayah tersebut saat ini telah berkembang menjadi salah satu kawasan industri terbesar di Kabupaten Sukabumi.
Ferry menilai keberadaan industri seharusnya mampu memberikan dampak positif terhadap masyarakat sekitar, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal.
“Keberadaan industri seharusnya memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan membantu mengurangi angka pengangguran di wilayah sekitar,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Cikembar agar masyarakat sekitar dapat diprioritaskan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, lanjut Ferry, juga mendorong adanya revisi regulasi daerah terkait ketenagakerjaan. Langkah tersebut dinilai penting agar terdapat aturan yang lebih kuat dalam menjamin kesempatan kerja bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan industri.
Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mendorong perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses perekrutan.
“Kami ingin ada regulasi yang lebih tegas sehingga masyarakat sekitar industri mendapatkan kesempatan kerja yang lebih besar. Industri harus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh perusahaan agar bersikap kooperatif dan adil dalam proses penerimaan tenaga kerja. Apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, DPRD akan mendorong langkah-langkah sesuai mekanisme dan aturan yang ada.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah, Ferry menegaskan pembangunan daerah harus tetap berjalan dengan memperhatikan skala prioritas serta kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Melalui kegiatan reses tersebut, berbagai aspirasi warga diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Cikembar, khususnya Desa Bojongraharja.















