Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Ferry Supriadi Serap Aspirasi Warga Bojongraharja, Soroti Pengangguran di Kawasan Industri Cikembar

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Komisi IV dari Fraksi Golkar, Ferry Supriadi, melaksanakan kegiatan Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di Kampung Sedamukti, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar. Kegiatan tersebut menjadi ajang penyerapan aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan yang dihadapi warga, mulai dari infrastruktur, sarana air bersih, kekeringan dan ketenagakerjaan.

Dalam dialog bersama masyarakat, Ferry menegaskan bahwa sejumlah usulan dan keluhan warga akan menjadi bahan perjuangan di tingkat legislatif untuk ditindaklanjuti melalui program pemerintah daerah.

Menurutnya, kondisi Desa Bojongraharja yang termasuk wilayah rawan rawan dalam kekeringan menjadi salah satu perhatian utama. Ia menilai perlu adanya penguatan sistem mitigasi serta penanganan dalam menangani kekeringan guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan ketika terjadi musim kemarau.

“Wilayah ini cukup rentan terhadap kekeringan menjadi perhatian kami. Aspirasi masyarakat terkait ini sudah kami catat untuk ditindaklanjuti,” ujar Ferry.

Selain persoalan kekeringan, warga juga menyampaikan kebutuhan di bidang kesehatan serta peningkatan infrastruktur. Meskipun kondisi jalan di wilayah tersebut dinilai sudah cukup baik, namun masih terdapat sejumlah titik yang memerlukan pemeliharaan dan peningkatan kualitas.

Namun demikian, persoalan yang paling banyak mendapat perhatian dalam reses tersebut adalah tingginya angka pengangguran di Kecamatan Cikembar. Padahal, wilayah tersebut saat ini telah berkembang menjadi salah satu kawasan industri terbesar di Kabupaten Sukabumi.

Ferry menilai keberadaan industri seharusnya mampu memberikan dampak positif terhadap masyarakat sekitar, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal.

Baca Juga :  ‎HJKS ke-156, Kadis PU Sukabumi Ajak Semua Elemen Perkuat Kolaborasi Pembangunan‎

“Keberadaan industri seharusnya memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan membantu mengurangi angka pengangguran di wilayah sekitar,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Cikembar agar masyarakat sekitar dapat diprioritaskan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, lanjut Ferry, juga mendorong adanya revisi regulasi daerah terkait ketenagakerjaan. Langkah tersebut dinilai penting agar terdapat aturan yang lebih kuat dalam menjamin kesempatan kerja bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan industri.

Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mendorong perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses perekrutan.

Baca Juga :  ‎‎Longsor dan Banjir Terjang Jampangtengah Sukabumi, Jembatan Putus dan Akses Warga Lumpuh

“Kami ingin ada regulasi yang lebih tegas sehingga masyarakat sekitar industri mendapatkan kesempatan kerja yang lebih besar. Industri harus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh perusahaan agar bersikap kooperatif dan adil dalam proses penerimaan tenaga kerja. Apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, DPRD akan mendorong langkah-langkah sesuai mekanisme dan aturan yang ada.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah, Ferry menegaskan pembangunan daerah harus tetap berjalan dengan memperhatikan skala prioritas serta kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

Melalui kegiatan reses tersebut, berbagai aspirasi warga diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Cikembar, khususnya Desa Bojongraharja.

Berita Terkait

Tim Peneliti TNI AD Kaji Dampak Sosial Jembatan Garuda Suci di Cikembar
TPA Cikundul Kota Sukabumi Terbakar, Empat Jam Petugas Berjibaku Padamkan Api
Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai dan Senam Sehat HJKS ke-156 di Jampangtengah, Doorprize Kambing Jadi Sorotan
IJTI Award 2026, Pemkab Sukabumi Raih Apresiasi, Wabup Andreas Dorong Pers Tetap Kawal Kebenaran
Pria Bawa Sajam Ngamuk di Pasar Lettu Bakrie Sukabumi, Diamankan Polisi
‎Kades Sukamulya Buka Suara soal Polemik Tanah Desa: “Kalau Tanah Desa, Harus Ada Suratnya”‎
‎Warga Sukamulya Kawal Status Tanah yang Dipersoalkan, Inspektorat dan DPMD Diminta Buka Terang‎
Disdik Sukabumi Tegaskan Komitmen Benahi Tata Kelola Pendidikan dan Perlindungan Anak
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:40 WIB

Tim Peneliti TNI AD Kaji Dampak Sosial Jembatan Garuda Suci di Cikembar

Minggu, 27 September 2026 - 19:46 WIB

TPA Cikundul Kota Sukabumi Terbakar, Empat Jam Petugas Berjibaku Padamkan Api

Minggu, 27 September 2026 - 15:20 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai dan Senam Sehat HJKS ke-156 di Jampangtengah, Doorprize Kambing Jadi Sorotan

Minggu, 27 September 2026 - 06:54 WIB

IJTI Award 2026, Pemkab Sukabumi Raih Apresiasi, Wabup Andreas Dorong Pers Tetap Kawal Kebenaran

Kamis, 24 September 2026 - 19:46 WIB

Pria Bawa Sajam Ngamuk di Pasar Lettu Bakrie Sukabumi, Diamankan Polisi

Kamis, 24 September 2026 - 17:45 WIB

‎Kades Sukamulya Buka Suara soal Polemik Tanah Desa: “Kalau Tanah Desa, Harus Ada Suratnya”‎

Kamis, 24 September 2026 - 17:18 WIB

‎Warga Sukamulya Kawal Status Tanah yang Dipersoalkan, Inspektorat dan DPMD Diminta Buka Terang‎

Selasa, 22 September 2026 - 15:25 WIB

Disdik Sukabumi Tegaskan Komitmen Benahi Tata Kelola Pendidikan dan Perlindungan Anak

Berita Terbaru