SUKABUMI, JABARINSIDE.COM | Pemerintah Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pengelolaan Dana Desa (DD) dan realisasi APBDes Semester I Tahun 2026 di Desa Cimanggu, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cikembar, Lenni Nurliah, bersama tim monitoring kecamatan dan didampingi Pemerintah Desa Cimanggu.
Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program desa berjalan optimal, tertib administrasi, sesuai regulasi, serta tepat sasaran. Selain meninjau administrasi, tim juga mengevaluasi perkembangan berbagai program strategis desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekmat Cikembar, Lenni Nurliah, mengatakan bahwa monev kali ini mencakup realisasi penggunaan APBDes Semester I Tahun 2026, capaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta progres pembangunan KDMP.
“Hari ini kita melaksanakan monitoring dan evaluasi realisasi penggunaan APBDes Semester I Tahun 2026. Selain itu kita juga melihat progres perolehan PBB, pelaksanaan kegiatan BUMDes, serta perkembangan KDMP di Desa Cimanggu,” ujarnya kepada Jabarinside.com.

Dari hasil monitoring, Lenni menyampaikan bahwa secara administrasi maupun realisasi penggunaan APBDes Semester I Tahun 2026, Desa Cimanggu dinilai telah berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan.
“Alhamdulillah secara administrasi dan realisasi penggunaan APBDes Semester I Tahun 2026 di Desa Cimanggu sudah bisa berjalan dengan lancar,” katanya.
Meski terdapat efisiensi anggaran, pembangunan infrastruktur berupa rehabilitasi gedung Posyandu tetap dapat direalisasikan di dua lokasi, yakni di kawasan perumahan dan di wilayah Desa Cimanggu.
Sementara itu, untuk program BUMDes di sektor ketahanan pangan, saat ini masih berada pada tahap persiapan lahan. Penanaman komoditas ubi jalar direncanakan baru akan dimulai pada musim tanam September hingga Oktober 2026 setelah seluruh administrasi kegiatan rampung.
“Ketahanan pangan baru tahap persiapan tempat karena administrasinya baru selesai. Penanaman ubi jalar direncanakan pada musim tanam September hingga Oktober nanti,” jelasnya.
Terkait pembangunan KDMP, Lenni mengungkapkan hingga saat ini belum dapat direalisasikan karena masih terkendala kekurangan lahan sekitar 60 meter.
Akibat keterbatasan tersebut, pihak Kodim belum dapat memulai pembangunan. Pemerintah Kecamatan bersama Pemerintah Desa Cimanggu kini terus mencari solusi agar proyek tetap dapat berjalan tanpa harus mengorbankan fasilitas pelayanan publik yang telah dibangun secara swadaya oleh masyarakat.
“Kami bersama Pak Kepala Desa terus mencari solusi terbaik agar pembangunan KDMP bisa terlaksana tanpa merusak fasilitas umum yang sudah ada,” pungkasnya.















