‎Ratusan Warga Cikadu Datangi Dinas PU, Tagih Janji Perbaikan Irigasi Citarik yang Mangkrak 17 Tahun

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM  |  Penantian selama 17 tahun akhirnya memuncak. Ratusan warga Desa Cikadu, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Sukabumi, mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Senin (20/7/2026), untuk menuntut kepastian pembangunan saluran Daerah Irigasi (D.I) Citarik atau Somang Cikadu.

‎Aksi yang didominasi kaum ibu itu berlangsung tertib. Warga datang menggunakan mobil odong-odong sambil membawa berbagai spanduk berisi tuntutan dan sindiran agar pemerintah segera merealisasikan perbaikan saluran irigasi yang telah rusak dan terbengkalai selama hampir dua dekade.

‎Bagi masyarakat Cikadu, rusaknya D.I Citarik bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi telah mengganggu kehidupan sehari-hari. Lahan persawahan yang dulunya produktif kini hanya mengandalkan air hujan, bahkan sebagian telah beralih fungsi menjadi kebun akibat tidak lagi memperoleh pasokan air.

‎Perwakilan warga, Neni, mengaku masyarakat sudah terlalu lama menunggu tanpa adanya kepastian.


‎”Kami ingin irigasi Somang Cikadu mengalir lagi seperti dulu. Sudah 17 tahun kami menunggu. Sampai saya berangkat kerja ke Arab lalu pulang lagi, kondisinya tetap seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga :  ‎Trayek 02 Keberatan Penataan Operasional di Terminal Cicurug, Soroti Dampak bagi Penumpang


‎‎Menurutnya, dampak kerusakan irigasi tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga memengaruhi kebutuhan masyarakat untuk mandi, mencuci, hingga keperluan ibadah.

‎Koordinator aksi, Ujang, menegaskan warga tidak lagi membutuhkan janji ataupun penjelasan normatif. Yang mereka inginkan adalah kepastian waktu pelaksanaan pembangunan.


‎”Kami datang bukan meminta janji baru. Kami ingin kepastian kapan pekerjaan dimulai. Hari apa, bulan apa, tahun berapa. Selama 17 tahun masyarakat hanya mendengar rencana tanpa melihat realisasi,” tegasnya.


‎Ujang juga mengingatkan komitmen yang pernah disampaikan Asep Japar saat menjabat sebagai Kepala Dinas PU pada 2022. Saat itu, pembangunan D.I Citarik disebut akan diupayakan melalui dukungan anggaran pemerintah pusat.

‎Namun hingga kini, menurutnya, penanganan yang dilakukan masih bersifat parsial dan belum mampu mengatasi persoalan secara menyeluruh.

‎Padahal, kerusakan saluran irigasi tersebut berdampak pada ribuan warga di sedikitnya dua kedusunan, yakni Dusun Cikadu dan Dusun Pasir Biru, serta ratusan hektare lahan pertanian yang kehilangan sumber pengairan.

‎Menanggapi aspirasi warga, Kepala Bidang Bina Teknik Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Wisnu, mengatakan rehabilitasi D.I Citarik memang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

‎Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi total diperkirakan mencapai hampir Rp10 miliar. Nilai tersebut dinilai terlalu besar jika hanya mengandalkan APBD Kabupaten Sukabumi, sehingga sejak 2022 pemerintah daerah telah mengusulkan bantuan pendanaan kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

‎”Irigasi Citarik sudah masuk dalam usulan melalui program pemerintah pusat. Untuk tahun 2026 secara administrasi sudah masuk dalam tahapan yang ditetapkan. Namun pelaksanaan fisiknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari kementerian,” jelas Wisnu.

‎Kini, masyarakat berharap perjuangan mereka kali ini tidak kembali berakhir dengan janji. Setelah 17 tahun menanti, warga Cikadu menginginkan kepastian bahwa saluran irigasi yang menjadi urat nadi pertanian itu benar-benar segera dibangun kembali.


Baca Juga :  Aksi Unjuk Rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi"Ferry Supriyadi, SH, Apresiasi Atas Aspirasi Yang Di Sampaikan HMI

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Meriahkan HUT RI ke-81, Pemdes Tanjungsari Jampangtengah Gelar Turnamen Sepak Bola Kades Cup

Berita Terkait

Wartawan Soroti Pola Komunikasi Kejari Kabupaten Sukabumi, Desak Evaluasi Kasi Intel
‎Trayek 02 Keberatan Penataan Operasional di Terminal Cicurug, Soroti Dampak bagi Penumpang
Polemik Trayek 02 dan 09 di Terminal Cicurug Belum Usai, Dishub Minta Sopir Tahan Diri Sambil Tunggu Keputusan Provinsi
Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri Tegaskan Komitmen Transparansi, Buka Ruang Dialog dengan Mahasiswa
Aksi Dukungan MBG di DPRD Kota Sukabumi, Massa Soroti Manfaat dan Perlunya Evaluasi
Tokoh Masyarakat, Guru, dan Aktivis Gelar Aksi di SPPG Giri Jaya Nagrak, Desak Evaluasi Pengelolaan MBG
Poster Nyeleneh Warnai Aksi Demonstrasi, Sindiran Warga Soal Kebijakan Mengemuka
Massa RT/RW Sukabumi Bertahan di DPRD, Desak Wali Kota Mundur
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:28 WIB

Wartawan Soroti Pola Komunikasi Kejari Kabupaten Sukabumi, Desak Evaluasi Kasi Intel

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:07 WIB

‎Trayek 02 Keberatan Penataan Operasional di Terminal Cicurug, Soroti Dampak bagi Penumpang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Polemik Trayek 02 dan 09 di Terminal Cicurug Belum Usai, Dishub Minta Sopir Tahan Diri Sambil Tunggu Keputusan Provinsi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri Tegaskan Komitmen Transparansi, Buka Ruang Dialog dengan Mahasiswa

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:30 WIB

‎Ratusan Warga Cikadu Datangi Dinas PU, Tagih Janji Perbaikan Irigasi Citarik yang Mangkrak 17 Tahun

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:32 WIB

Aksi Dukungan MBG di DPRD Kota Sukabumi, Massa Soroti Manfaat dan Perlunya Evaluasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:07 WIB

Tokoh Masyarakat, Guru, dan Aktivis Gelar Aksi di SPPG Giri Jaya Nagrak, Desak Evaluasi Pengelolaan MBG

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:12 WIB

Poster Nyeleneh Warnai Aksi Demonstrasi, Sindiran Warga Soal Kebijakan Mengemuka

Berita Terbaru