Kemarau Tekan Produksi, Harga Ubi Kayu Manggu MHAS di Cikembar Justru Naik 15 Persen

Selasa, 4 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | KABUPATEN SUKABUMI – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Sukabumi tidak menyurutkan tingginya permintaan industri terhadap ubi kayu Manggu MHAS asal Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar. Meski produksi mengalami penurunan akibat minimnya pasokan air, kenaikan harga jual membuat pendapatan petani tetap terjaga.

Saat ini, panen ubi kayu tengah berlangsung di lahan seluas sekitar 13 hektare dari total areal tanam mencapai 52 hektare. Proses panen diperkirakan masih akan berlangsung selama kurang lebih dua pekan ke depan.

Petani ubi kayu Manggu MHAS, Maryoto, mengatakan musim kemarau berdampak pada ukuran umbi yang lebih kecil sehingga produktivitas menurun. Namun kondisi tersebut diimbangi dengan meningkatnya harga jual di tingkat petani.

“Kalau musim kemarau hasil memang berkurang karena pengaruh air. Tetapi harga naik sekitar 15 persen, jadi pendapatan petani masih tetap terjaga,” ujar Maryoto saat ditemui di lokasi panen, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, harga ubi kayu yang biasanya berada di kisaran Rp21.000 hingga Rp22.000 per satuan penjualan kini meningkat menjadi sekitar Rp28.000. Kenaikan tersebut dipicu terbatasnya pasokan dari petani, sementara kebutuhan bahan baku dari industri pengolahan tetap tinggi.

Menurut Maryoto, sedikitnya dua pabrik telah siap menyerap hasil panen ubi kayu Manggu MHAS dari wilayah Cikembar. Meski demikian, hasil panen tidak seluruhnya dipasarkan langsung ke pabrik.

“Pabrik sudah menunggu hasil panen. Tapi kami juga tetap melibatkan tengkulak supaya jalur distribusi tetap berjalan dan semua pihak bisa saling membantu,” katanya.

Ia menuturkan, kondisi seperti ini merupakan siklus yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Saat musim kemarau, produksi menurun tetapi harga cenderung meningkat. Sebaliknya, ketika musim hujan hasil panen melimpah, harga jual biasanya mengalami penurunan.

“Sudah biasa. Saat kemarau tonase berkurang tetapi harga tinggi. Kalau musim hujan hasil banyak, harga biasanya turun,” jelasnya.

Usai panen, lahan tidak langsung kembali ditanami ubi kayu. Para petani memilih menunggu datangnya musim hujan sambil memanfaatkan lahan dengan sistem tumpang sari menggunakan tanaman jagung. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan biaya produksi sekaligus menjaga produktivitas lahan.

Baca Juga :  Ini Penyebab Angin Kencang Berhari-hari di Sukabumi

Meski menghadapi tantangan perubahan cuaca, Maryoto optimistis budidaya ubi kayu Manggu MHAS masih memiliki prospek yang menjanjikan. Tingginya permintaan dari sektor industri dinilai menjadi peluang bagi petani untuk terus mengembangkan komoditas tersebut sebagai salah satu sumber pendapatan utama di Kecamatan Cikembar.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Sukabumi Lanjutkan Pengawasan IPAT di Cikembar, Temukan Kendala Administrasi Perizinan

Dengan permintaan pasar yang tetap tinggi dan harga jual yang menguntungkan, ubi kayu Manggu MHAS masih menjadi komoditas unggulan yang memberikan nilai ekonomi bagi petani, meskipun harus menghadapi tantangan musim kemarau.

Berita Terkait

30 Hektare Sawah di Cikembar Terancam Gagal Panen, Petani Minta Irigasi Segera Diperbaiki.
Petani Ubi Kayu Manggu MHAS di Cikembar Berharap Kunjungan Kementan Berbuah Solusi Nyata
Kementan RI Pantau Budidaya Ubi Kayu Manggu MHAS di Sukabumi, Siapkan Petani Jadi Penangkar Benih Unggul
Potensi Pertanian Desa Sudajaya Girang Jadi Sorotan, Wabup Sukabumi Dorong Petani Garap Peluang Pasar Modern
BUMDes Sugih Mukti Desa Cibatu Laksanakan Panen Perdana Jagung Program Ketahanan Pangan
PU Kabupaten Sukabumi Sosialisasikan Pembangunan Irigasi Cibojong, Petani Sambut Baik
Kelompok Tani di Parakanlima Dapat Bantuan JIDES, Petani Harap Pasokan Air Irigasi Ditingkatkan
Puluhan Hektare Sawah di Parakanlima Terlantar, Petani Terdampak Ambruknya Irigasi DI Cibagong
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Kemarau Tekan Produksi, Harga Ubi Kayu Manggu MHAS di Cikembar Justru Naik 15 Persen

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:25 WIB

30 Hektare Sawah di Cikembar Terancam Gagal Panen, Petani Minta Irigasi Segera Diperbaiki.

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:30 WIB

Petani Ubi Kayu Manggu MHAS di Cikembar Berharap Kunjungan Kementan Berbuah Solusi Nyata

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:57 WIB

Kementan RI Pantau Budidaya Ubi Kayu Manggu MHAS di Sukabumi, Siapkan Petani Jadi Penangkar Benih Unggul

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:04 WIB

Potensi Pertanian Desa Sudajaya Girang Jadi Sorotan, Wabup Sukabumi Dorong Petani Garap Peluang Pasar Modern

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:01 WIB

BUMDes Sugih Mukti Desa Cibatu Laksanakan Panen Perdana Jagung Program Ketahanan Pangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:34 WIB

PU Kabupaten Sukabumi Sosialisasikan Pembangunan Irigasi Cibojong, Petani Sambut Baik

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:45 WIB

Kelompok Tani di Parakanlima Dapat Bantuan JIDES, Petani Harap Pasokan Air Irigasi Ditingkatkan

Berita Terbaru