,JABARINSIDE.COM | Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian melalui pemutakhiran data kebutuhan petani sekaligus pengenalan teknologi pertanian modern.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dirangkaikan dengan sosialisasi program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS).
Kegiatan berlangsung di aula BPP Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2026), dan diikuti sejumlah kelompok tani dari wilayah Kecamatan Cikembar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyusunan RDKK dilakukan untuk memastikan kebutuhan pupuk bersubsidi serta sarana produksi pertanian (saprodi) tercatat secara akurat dan tepat sasaran untuk menghadapi musim tanam mendatang.
Selain itu, sosialisasi PM-AAS ditujukan untuk mempercepat penerapan teknologi pertanian modern di tingkat petani. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional, efektivitas budidaya, serta produktivitas hasil pertanian, khususnya komoditas padi.
Koordinator BPP Kecamatan Cikembar, Muhammad Ali, mengatakan pemutakhiran RDKK menjadi bagian penting agar bantuan pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh petani yang membutuhkan.

“RDKK yang sudah lama akan kita upgrade dan cek ulang. Mana yang perlu dihapus dan mana yang memang masih membutuhkan, itu akan kita data kembali,” ujar Muhammad Ali.
Menurutnya, persoalan yang selama ini ditemui bukan pada ketersediaan program, melainkan masih adanya data petani yang belum masuk dalam sistem.
“Kadang-kadang permasalahannya datanya tidak masuk. Yang belum terdata nanti akan kita data melalui petugas dan admin RDKK, kemudian diinput ke Simluhtan,” jelasnya.
Ia berharap pemutakhiran tersebut dapat membuat penyaluran pupuk bersubsidi lebih tepat sasaran sehingga kebutuhan petani dapat terakomodasi dengan baik.
PM-AAS Mulai Dikenalkan kepada Petani
Selain RDKK, BPP Cikembar juga mulai memperkenalkan program PM-AAS kepada kelompok tani. Muhammad Ali menyebut program tersebut masih tergolong baru sehingga sosialisasi perlu dilakukan agar petani memahami mekanisme dan manfaatnya.
“Program PM-AAS ini merupakan program terbaru dari Kementerian Pertanian. Karena masih baru, tentu perlu kita sosialisasikan karena masih banyak petani yang belum mengetahuinya,” katanya.
Ia berharap ke depan para petani di Kecamatan Cikembar dapat mulai menerapkan konsep pertanian modern tersebut sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Petani Diminta Sesuaikan Komoditas Saat Kemarau
Menghadapi kondisi kemarau, BPP Cikembar juga mengingatkan petani agar tidak memaksakan penanaman padi apabila ketersediaan air tidak mencukupi.
Menurut Muhammad Ali, petani dapat mempertimbangkan tanaman hortikultura atau sayuran yang relatif membutuhkan air lebih sedikit.
“Kalau airnya tidak memungkinkan, jangan memaksakan harus menanam padi karena risikonya cukup tinggi. Bisa kembali ke hortikultura atau tanaman sayuran yang membutuhkan air lebih sedikit,” ungkapnya.
Sementara bagi petani yang memiliki akses terhadap sumber air, BPP akan mendorong pemanfaatan sarana pendukung, termasuk bantuan pompa air.
“Kalau ada yang dekat dengan sumber air, nanti kita arahkan agar bisa memanfaatkan bantuan seperti pompa air. Untuk program lainnya juga akan kita usahakan dan upayakan,” tutur Muhammad Ali.
Bantuan Pertanian Dilakukan Bertahap
Muhammad Ali menambahkan, pada tahun ini sejumlah kelompok tani di Kecamatan Cikembar telah mendapatkan berbagai bentuk bantuan pertanian.
Pada tahap pertama, sedikitnya tiga kelompok tani dari Desa Bojong, Desa Sukamaju, dan Desa Bojong Kembar mendapatkan bantuan.
Ia menyebut bantuan tersebut diberikan secara bertahap dan dalam bentuk yang beragam sesuai kebutuhan wilayah.
“Boleh dikatakan hampir semua desa di Kecamatan Cikembar mendapatkan bantuan, tetapi secara bertahap dan jenisnya beraneka ragam,” katanya.
Bantuan tersebut di antaranya berupa program IRPOM, IRPIP, dan IRDANG, yang diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor pertanian.
“Ini merupakan upaya pemerintah untuk mengembangkan pertanian dan mengupayakan bagaimana budidaya para petani bisa sukses dan berhasil dengan baik,” pungkasnya.















