‎Demo di Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, SUPREMASI Serukan “Revolusi Pendidikan”‎

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | SUKABUMI, – Suara mahasiswa dan masyarakat terkait persoalan pendidikan kembali bergema di Kabupaten Sukabumi. SUPREMASI (Suara Perlawanan Mahasiswa dan Masyarakat Sukabumi) menggelar aksi demonstrasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/9/2026).

‎Aksi tersebut mengusung tema “Tuntutan Revolusi Pendidikan”. Massa menyampaikan sejumlah aspirasi yang menyoroti mutu pendidikan, pemerataan akses, kondisi sarana dan prasarana sekolah, pemerataan tenaga pendidik hingga transparansi penyelenggaraan pendidikan.

‎SUPREMASI merupakan gabungan mahasiswa dan masyarakat. Dalam aksi tersebut, Deni Murdani bertindak sebagai Ketua Umum, sementara Anggi Maulana menjadi koordinator aksi.

‎Ketua Umum SUPREMASI, Deni Murdani, menyampaikan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Sukabumi.


‎“Kami ingin persoalan pendidikan di Kabupaten Sukabumi tidak hanya menjadi pembahasan, tetapi harus ada langkah nyata. Mahasiswa dan masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi sekaligus ikut mengawal perbaikan pendidikan,” ujar Deni.


‎Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat dan mahasiswa

‎Sementara itu, Koordinator Aksi SUPREMASI, Anggi Maulana, mengatakan aksi tersebut tidak semata-mata untuk menyampaikan kritik, tetapi mendorong adanya tindak lanjut yang konkret terhadap persoalan pendidikan di lapangan.

Baca Juga :  SIMPUL Sukabumi Geruduk Kantor BAZNAS, Soroti Mangkraknya RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat




‎“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dan masyarakat terhadap kondisi pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Kami tidak datang hanya untuk menyampaikan kritik, tetapi ingin mendorong adanya langkah nyata dan tindak lanjut yang jelas terhadap berbagai persoalan pendidikan di lapangan,” ujar Anggi.


‎Ia menegaskan, setiap laporan maupun temuan masyarakat harus mendapatkan mekanisme penanganan yang jelas.


‎“Kami ingin ada ruang komunikasi yang terbuka. Setiap laporan dan temuan masyarakat harus diverifikasi dan memiliki tindak lanjut yang jelas, terukur serta dapat dipantau. Jangan sampai aspirasi masyarakat berhenti setelah aksi selesai,” tegasnya.


‎Dalam tuntutannya, SUPREMASI mendorong peningkatan kualitas pendidikan Kabupaten Sukabumi secara berkelanjutan.

‎Mereka juga meminta pemerataan akses dan kualitas pendidikan bagi seluruh masyarakat, termasuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang belum memenuhi standar kelayakan.

‎Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian antara lain kondisi ruang kelas, sanitasi, fasilitas belajar, perpustakaan, laboratorium dan fasilitas penunjang pendidikan lainnya.

‎Selain fasilitas, massa juga mendorong pemerataan serta pemenuhan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan berdasarkan kebutuhan dan kompetensi.

‎Peningkatan kompetensi dan profesionalitas tenaga pendidik turut menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan.

‎SUPREMASI juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program serta anggaran pendidikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

‎Mereka mendorong adanya ruang partisipasi masyarakat dan mahasiswa dalam melakukan pengawasan sekaligus memberikan masukan terhadap penyelenggaraan pendidikan.

‎Setiap persoalan yang ditemukan di lapangan diharapkan tidak berhenti pada laporan, tetapi mendapatkan tindak lanjut yang jelas dan terukur.

‎Dalam aksi tersebut, SUPREMASI juga membawa konsep nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

‎Nota kesepahaman tersebut diarahkan menjadi landasan kerja sama dan komitmen bersama dalam mendorong perbaikan penyelenggaraan pendidikan.

‎Di dalamnya terdapat sejumlah ruang lingkup, antara lain peningkatan mutu proses pembelajaran, pemerataan akses pendidikan, perbaikan sarana dan prasarana sekolah, pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan, hingga penguatan pengawasan dan partisipasi masyarakat.

‎Konsep tersebut juga mengatur mekanisme tindak lanjut terhadap persoalan atau temuan yang disampaikan.

‎Setiap laporan dari pihak kedua akan dilakukan verifikasi sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku. Persoalan yang telah terverifikasi selanjutnya diharapkan mendapatkan langkah tindak lanjut berdasarkan tingkat urgensi dan kemampuan penyelesaian.

‎Salah satu poin yang turut disampaikan adalah perhatian terhadap tenaga instruktur seni, seperti instruktur pantomim, kabaret dan instruktur seni lainnya.

‎Dalam konsep komitmen tersebut, Dinas Pendidikan diharapkan memperhatikan kebutuhan tenaga instruktur serta peluang rekrutmen tenaga paruh waktu, penuh waktu maupun bentuk lainnya sesuai spesifikasi dan ketentuan yang berlaku.

‎Hal ini menjadi salah satu bagian dari aspirasi yang dibawa dalam agenda perbaikan pendidikan.

‎SUPREMASI juga mendorong dibentuknya forum komunikasi dan evaluasi pendidikan secara berkala.

‎Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menyampaikan laporan, masukan, temuan serta perkembangan penyelesaian berbagai persoalan pendidikan.

‎Pelaksanaannya diharapkan mengedepankan prinsip keterbukaan, dialog dan penghormatan terhadap kewenangan masing-masing pihak.

‎Anggi menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal persoalan pendidikan yang telah disampaikan.


‎“Bagi kami, revolusi pendidikan bukan sekadar slogan. Ini adalah dorongan agar pendidikan di Kabupaten Sukabumi semakin merata, berkualitas, transparan dan benar-benar berpihak pada kepentingan peserta didik serta masyarakat,” pungkasnya.


‎Aksi tersebut menjadi bagian dari dorongan SUPREMASI agar berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Sukabumi mendapatkan perhatian dan tindak lanjut melalui komunikasi serta pengawasan yang melibatkan pemerintah, mahasiswa dan masyarakat.

Baca Juga :  Dua Pelajar Bandung Dijebloskan ke Penjara akibat Penganiayaan Berujung Maut

Berita Terkait

Wartawan Soroti Pola Komunikasi Kejari Kabupaten Sukabumi, Desak Evaluasi Kasi Intel
‎Trayek 02 Keberatan Penataan Operasional di Terminal Cicurug, Soroti Dampak bagi Penumpang
Polemik Trayek 02 dan 09 di Terminal Cicurug Belum Usai, Dishub Minta Sopir Tahan Diri Sambil Tunggu Keputusan Provinsi
Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri Tegaskan Komitmen Transparansi, Buka Ruang Dialog dengan Mahasiswa
‎Ratusan Warga Cikadu Datangi Dinas PU, Tagih Janji Perbaikan Irigasi Citarik yang Mangkrak 17 Tahun
Aksi Dukungan MBG di DPRD Kota Sukabumi, Massa Soroti Manfaat dan Perlunya Evaluasi
Tokoh Masyarakat, Guru, dan Aktivis Gelar Aksi di SPPG Giri Jaya Nagrak, Desak Evaluasi Pengelolaan MBG
Poster Nyeleneh Warnai Aksi Demonstrasi, Sindiran Warga Soal Kebijakan Mengemuka
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 12:52 WIB

‎Demo di Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, SUPREMASI Serukan “Revolusi Pendidikan”‎

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:28 WIB

Wartawan Soroti Pola Komunikasi Kejari Kabupaten Sukabumi, Desak Evaluasi Kasi Intel

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:07 WIB

‎Trayek 02 Keberatan Penataan Operasional di Terminal Cicurug, Soroti Dampak bagi Penumpang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Polemik Trayek 02 dan 09 di Terminal Cicurug Belum Usai, Dishub Minta Sopir Tahan Diri Sambil Tunggu Keputusan Provinsi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri Tegaskan Komitmen Transparansi, Buka Ruang Dialog dengan Mahasiswa

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:30 WIB

‎Ratusan Warga Cikadu Datangi Dinas PU, Tagih Janji Perbaikan Irigasi Citarik yang Mangkrak 17 Tahun

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:32 WIB

Aksi Dukungan MBG di DPRD Kota Sukabumi, Massa Soroti Manfaat dan Perlunya Evaluasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:07 WIB

Tokoh Masyarakat, Guru, dan Aktivis Gelar Aksi di SPPG Giri Jaya Nagrak, Desak Evaluasi Pengelolaan MBG

Berita Terbaru