Adanya Pungli Di Desa Sirnasari Kecamatan Pabuaran Duga Di Lakukan Oleh Oknum Kasipem 

Kamis, 9 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM|Sukabumi Reaksinews.com-Dalam pelayanan publik, Pungutan liar (Pungli) sebagai suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang (Pelaksana Pelayanan Publik) dengan cara meminta pembayaran uang yang tidak sesuai atau tidak ada aturan atas layanan yang diberikan kepada warga masyarakat Seperti yang yang di lakukan Oknum pegawai desa sirnasari kecamatan pabuaran  yang di duga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap salah satu warga kp darmawangi 2 terkait bantuan untuk pembuat KTP, KK dan Akte Lahir dengan dimintai biaya sebesar  Rp.500 .000 ( lima ratus ribuRupiah)

Baca Juga :  ‎BPP Cikembar Salurkan Bantuan Insektisida untuk 14 Kelompok Tani, Dorong Produktivitas di Musim Hujan

Berdasarkan informasi dari salah satu warga yang tidak di mau di sebutkan namanya  bahwa pungli yang di lakukan oleh salah seorang oknum pegawai desa tersebut kerap kali terjadi kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan pelayanan dengan memanfaatkan jabatan demi kepentingan pribadi dan mendapatkan ke untungan dari jabatan sebagai kasipem di desa warnasari,”ungkapnya

Baca Juga :  ‎Baznas Kabupaten Sukabumi Dukung Penuh Program Ketahanan Pangan dari Baznas Pusat

Dari hasil impormasi warga tersebut kami awak media pun menghubungi kepala desa melalui sambungan telepon untuk kompirmasi “menurut kades
bahwa di desa sirnasari tidak pernah  memungut biaya kepada waraga masyarakat saat mereka membutuhkan bantuan, pelayanan apapun (alias gratis),  “kami hanya membuatkan surat pengantar saja dan selanjutnya silahkan masyarakat itu sendiri yang membuatnya ke kantor Disdukcapil atau kantor kcd terdekat ,adapun terkait dengan adanya dugaan  pungli yang di lakukan oleh oknum pegawai desa, silahkan di konfirmasi saja langsung kepada  orang yang bersangkutan,”Tegasnya

Selanjutnya  awak media menghubungi  oknum tersebut untuk dapat kebenran dan memberikan Klarifikasi, tapi nomor wartawan tersebut langsung di blok oleh oknum kasipem dan sampai saat ini no tlp nya tidak aktif sehingga sulit untuk di hubungi.

RR

Berita Terkait

70 Rumah Adat di Kasepuhan Ciptamulya Ludes Terbakar, 420 Warga Terdampak
Pemdes Cimanggu Bangun Rabat Beton 450 Meter Meski Anggaran Dana Desa Dipangkas
Paguyuban Batu Hijau Cikembar Bangun Sumur Bor untuk Warga Kampung Kramat, Respons Keluhan Air Sungai Keruh
DPRD Kota Sukabumi Kawal Pemulangan Jenazah PMI Asal Cikole yang Masih Tertahan di Jeddah
‎Kepala Dinas Perkim Sukabumi: Masih Ada 23 Jembatan Rusak Parah, Leuwidingding Jadi Prioritas Penanganan
Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya
‎Warga Sebut Api Cepat Membesar, Kebakaran Lahan di Ciambar Nyaris Dekati Permukiman
‎Viral Dugaan Pencemaran Sungai di Bojong, Kecamatan Cikembar Bakal Evaluasi Seluruh Usaha Pemotongan Batu Hijau‎
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:14 WIB

70 Rumah Adat di Kasepuhan Ciptamulya Ludes Terbakar, 420 Warga Terdampak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:09 WIB

Pemdes Cimanggu Bangun Rabat Beton 450 Meter Meski Anggaran Dana Desa Dipangkas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:56 WIB

Paguyuban Batu Hijau Cikembar Bangun Sumur Bor untuk Warga Kampung Kramat, Respons Keluhan Air Sungai Keruh

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:14 WIB

‎Kepala Dinas Perkim Sukabumi: Masih Ada 23 Jembatan Rusak Parah, Leuwidingding Jadi Prioritas Penanganan

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:05 WIB

Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:19 WIB

‎Warga Sebut Api Cepat Membesar, Kebakaran Lahan di Ciambar Nyaris Dekati Permukiman

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:41 WIB

‎Viral Dugaan Pencemaran Sungai di Bojong, Kecamatan Cikembar Bakal Evaluasi Seluruh Usaha Pemotongan Batu Hijau‎

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:43 WIB

‎Viral Air Sungai Berubah Hijau, DLH Jabar Turun ke Cikembar: Hasil Uji Laboratorium Ditunggu 14 Hari

Berita Terbaru