JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Sebanyak 14 orang jemaah ibu-ibu Majelis Taklim Masjid Nurul Huda, Kampung Cimenteng, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, sukses melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih dua ekor sapi pada momentum Idul Adha tahun ini.
Kegiatan penuh makna ini terlaksana berkat inisiasi dan koordinasi Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Cikembar, Ustadzah Irma Nafilah, yang juga merupakan penyuluh keagamaan di Kecamatan Cireunghas.
Secara syariat, satu ekor sapi dapat dikurbankan oleh maksimal tujuh orang. Dengan total 14 peserta, pelaksanaan kurban dua ekor sapi tersebut dinilai tepat dan sesuai ketentuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program kurban ini dijalankan melalui sistem tabungan atau arisan kurban yang dilakukan secara bertahap oleh para jemaah. Skema tersebut dinilai mampu meringankan beban sekaligus mendorong konsistensi dalam beribadah.
Ustadzah Irma Nafilah mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengamalan ilmu yang diperoleh dari pengajian.
“Kami mengajak seluruh majelis taklim agar setiap pengajian tidak hanya sebatas mendengarkan materi, tetapi juga diwujudkan dalam praktik ibadah. Hari ini adalah bentuk penghambaan kepada Allah SWT melalui ibadah kurban,” ujarnya.
Ia menambahkan, bagi umat Islam yang belum memiliki kesempatan menunaikan ibadah haji, kurban menjadi salah satu bentuk ibadah yang dapat dilakukan di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi majelis taklim lainnya untuk terus mengaktualisasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, setiap tahun kegiatan seperti ini bisa terlaksana di setiap wilayah. Majelis taklim harus menjadi wadah bukan hanya untuk belajar, tetapi juga mengamalkan ilmu,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pada tahun mendatang sudah ada tambahan peserta yang siap berkurban. Bahkan, jemaah Majelis Taklim Cimenteng ditargetkan dapat meningkatkan jumlah hewan kurban menjadi tiga ekor sapi.
Dalam pelaksanaannya, BKMT turut bersinergi dengan berbagai pihak seperti BKM, RT, RW, dan masyarakat sekitar guna memperkuat kebersamaan dan manfaat sosial.

Sementara itu, sistem tabungan kurban yang diterapkan memberikan fleksibilitas bagi jemaah. Setiap anggota dapat menabung sesuai kemampuan tanpa batasan waktu ketat.
“Tidak harus selesai dalam satu tahun. Bisa dua atau tiga tahun, yang penting istiqomah. Dari uang kecil yang dikumpulkan, Alhamdulillah bisa terwujud ibadah kurban,” jelasnya.
Di akhir pesannya, Ustadzah Irma mengajak masyarakat untuk tidak mudah menyerah dalam beribadah.
“Jangan pernah patah semangat. Libatkan Allah dalam setiap kegiatan. Jangan merasa tidak mampu, karena dengan pertolongan Allah, insya Allah kita dimampukan,” pungkasnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa peran penyuluh agama tidak hanya sebatas teori, tetapi mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui program-program yang aplikatif dan berkelanjutan.















