‎SMA Terbuka Warungkiara Siap Tampung Siswa yang Belum Lolos Seleksi Jalur Reguler‎

Kamis, 10 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABARINSIDE.COM | Warungkiara – Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Warungkiara, H. Mamat, menyampaikan bahwa pihak sekolah telah menyiapkan solusi bagi para siswa yang belum diterima di jalur reguler SMA negeri, yaitu melalui program SMA Terbuka Warungkiara. Program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah.

‎“Untuk Warungkiara, baik tahap satu maupun tahap dua, kita siapkan SMA Terbuka. Warungkiara punya SMA Terbuka sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Pak Gubernur Jawa Barat. Jadi bagi yang belum diterima di SMA Negeri, bisa difasilitasi masuk ke SMA Terbuka,” ungkap H. Mamat.

‎Ia menegaskan bahwa SMA Terbuka memiliki status yang sama dengan SMA Negeri. “Hanya saja proses belajarnya dilakukan di Tempat Kegiatan Belajar (TKB), namun ijazahnya tetap sama seperti SMA Negeri 1 Warungkiara,” jelasnya.

‎H. Mamat juga mengucapkan selamat kepada siswa-siswa yang telah diterima di SMA Negeri 1 Warungkiara. “Selamat kepada anak-anakku yang sudah diterima, semoga ini yang terbaik yang Allah titipkan dan tentunya harus disyukuri,” pesannya.

‎Sementara itu, Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Deni Wardani, menjelaskan bahwa hasil seleksi masuk telah diumumkan melalui website resmi sekolah. Proses seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor, hasil tes, serta jalur prestasi akademik, non-akademik, dan kepemimpinan.

‎“Jumlah pendaftar tahap satu dan dua mencapai 600 siswa. Dari jumlah tersebut, yang tercatat di website ada 595 pendaftar, namun jumlah yang lolos tetap 600 karena ada limpahan dari SMA lain,” ujar Deni.

‎Ia menambahkan bahwa proses PPDB tahun ini berjalan dengan lancar. “Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada kendala yang berarti,” ucapnya.

‎Namun demikian, Deni mengakui masih ada kendala teknis terkait data kependudukan siswa, seperti Kartu Keluarga (KK) atau alamat yang tidak sesuai. “Jika di website statusnya silang merah, itu berarti data kependudukan belum sesuai dan harus diperbaiki ke dinas terkait. Jika sudah hijau, maka siswa bisa mendaftar,” jelasnya.

‎Deni juga menyampaikan harapan bagi siswa yang belum lolos seleksi. “Mudah-mudahan ada kebijakan lanjutan dari Dinas Pendidikan. Saat ini juga ada program Pencegahan Anak Putus Sekolah (PPAPS), yang bertujuan agar semua anak di Jawa Barat tetap bisa bersekolah, apapun jalurnya,” pungkasnya.


Baca Juga :  Kepala Desa Sukamulya Tanggapi Aksi Demonstrasi di PT Paiho: Prioritaskan Warga Lokal, Bantah Isu Pungli

Berita Terkait

FGSB Desak Percepatan Pemulangan Jenazah WNI Asal Sukabumi dari Jeddah, Temui Sekda Kota Sukabumi
Dana Desa 2026 Direalisasikan, Pemdes Sukamulya Bangun Rabat Beton Jalan Lingkungan di RW 10 Kebon Jeruk
70 Rumah Adat di Kasepuhan Ciptamulya Ludes Terbakar, 420 Warga Terdampak
Pemdes Cimanggu Bangun Rabat Beton 450 Meter Meski Anggaran Dana Desa Dipangkas
Paguyuban Batu Hijau Cikembar Bangun Sumur Bor untuk Warga Kampung Kramat, Respons Keluhan Air Sungai Keruh
DPRD Kota Sukabumi Kawal Pemulangan Jenazah PMI Asal Cikole yang Masih Tertahan di Jeddah
‎Kepala Dinas Perkim Sukabumi: Masih Ada 23 Jembatan Rusak Parah, Leuwidingding Jadi Prioritas Penanganan
Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:06 WIB

FGSB Desak Percepatan Pemulangan Jenazah WNI Asal Sukabumi dari Jeddah, Temui Sekda Kota Sukabumi

Senin, 27 Juli 2026 - 15:13 WIB

Dana Desa 2026 Direalisasikan, Pemdes Sukamulya Bangun Rabat Beton Jalan Lingkungan di RW 10 Kebon Jeruk

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:14 WIB

70 Rumah Adat di Kasepuhan Ciptamulya Ludes Terbakar, 420 Warga Terdampak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:56 WIB

Paguyuban Batu Hijau Cikembar Bangun Sumur Bor untuk Warga Kampung Kramat, Respons Keluhan Air Sungai Keruh

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:27 WIB

DPRD Kota Sukabumi Kawal Pemulangan Jenazah PMI Asal Cikole yang Masih Tertahan di Jeddah

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:14 WIB

‎Kepala Dinas Perkim Sukabumi: Masih Ada 23 Jembatan Rusak Parah, Leuwidingding Jadi Prioritas Penanganan

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:05 WIB

Ketua P2SP Beberkan Progres Awal Revitalisasi SDN 1 Cibunar dan Sistem Pengawasannya

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:19 WIB

‎Warga Sebut Api Cepat Membesar, Kebakaran Lahan di Ciambar Nyaris Dekati Permukiman

Berita Terbaru