JABARINSIDE.COM|Sukabumi – SD Negeri Cicohag, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, tengah melaksanakan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan sebesar Rp1.400.751.607 yang bersumber dari APBN melalui Direktorat Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kepala SDN Cicohag, Asep Agus Permana, mengatakan program tersebut menjadi angin segar bagi sekolah setelah bertahun-tahun menghadapi kondisi bangunan yang dinilai sudah tidak layak.
“Bagi sekolah tentunya sangat senang sekali. Nantinya murid-murid dan guru bisa lebih tenang dalam proses belajar mengajar. Untuk masyarakat juga mudah-mudahan semakin banyak yang menyekolahkan anaknya ke SDN Cicohag,” ujarnya saat diwawancarai, jum’at (1/8/26).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, sebelum memperoleh program revitalisasi, sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan cukup serius. Plafon beberapa ruang kelas sudah rusak, atap mengalami kebocoran, dan salah satu bangunan lama masih menggunakan konstruksi yang dinilai sudah tidak memadai.
“Bahkan pernah terjadi plafon ambruk saat malam hari ketika hujan. Untungnya tidak ada aktivitas belajar sehingga tidak menimbulkan korban,” katanya.
Program revitalisasi tersebut meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, satu ruang perpustakaan, satu ruang guru, dan satu unit toilet.
Usai pekerjaan selesai, pihak sekolah berencana mengusulkan pembangunan lanjutan berupa pagar keliling sekolah serta pemanfaatan lahan bekas rumah dinas setelah proses penghapusan aset selesai.
“Kami berharap nanti bisa dibangun pagar supaya lingkungan sekolah lebih aman dan steril. Selain itu, lahan bekas rumah dinas yang sedang diusulkan penghapusan asetnya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan sekolah,” jelasnya.
Terkait pelaksanaan proyek, Asep menyebut seluruh pengadaan material mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dilakukan melalui sistem SIPLah sesuai ketentuan.
“Belanja harus sesuai RAB dan melalui SIPLah. Untuk material seperti baja ringan juga harus memenuhi standar SNI,” katanya.
Ia menambahkan, progres pekerjaan dilaporkan secara berkala melalui konsultan pengawas dan operator kepada pihak kementerian.
Meski demikian, pelaksanaan proyek tidak lepas dari kendala. Salah satunya adalah kesulitan memperoleh pasokan air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan.
“Awalnya kami mencoba bekerja sama dengan warga sekitar, tetapi pasokan air tidak mencukupi. Akhirnya kami sepakat menggunakan suplai air dari PDAM agar pekerjaan tetap berjalan,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan revitalisasi, kata Asep, masyarakat sekitar juga dilibatkan sebagai tenaga kerja sesuai kebutuhan, sementara tenaga ahli disesuaikan dengan kompetensi yang dibutuhkan.
Ia berharap revitalisasi ini mampu meningkatkan kenyamanan belajar, mendorong prestasi siswa, dan menambah kepercayaan masyarakat terhadap SDN Cicohag.
“Mudah-mudahan setelah bangunan selesai, sekolah semakin maju, siswa bertambah, prestasi meningkat, dan seluruh warga sekolah merasa lebih nyaman dalam proses belajar mengajar,” pungkasnya.
Rab















