JABARINSIDE.COM | SUKABUMI – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, mengungkapkan Kabupaten Sukabumi masih memiliki sekitar 56 ribu Anak Tidak Sekolah (ATS) berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Audiensi dan Dialog Pendidikan bertajuk Kebijakan dan Penguatan Mutu Pendidikan di SMP Negeri 1 Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena, serta perwakilan lembaga pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi.
Dalam sambutannya, Fajar menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar forum penyampaian materi, melainkan ruang dialog untuk menyerap berbagai dinamika pendidikan di daerah sekaligus memastikan kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan hingga ke tingkat akar rumput.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Forum ini adalah dialog, bukan ceramah umum. Kami ingin memastikan kebijakan sampai ke akar rumput sekaligus mempelajari berbagai dinamika di lapangan sebagai bahan perbaikan ke depan,” ujar Fajar, yang juga merupakan putra daerah Sukabumi.
Fajar juga menyinggung rencana pembahasan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Menurutnya, pendidikan formal dan nonformal memiliki kedudukan yang setara. Perbedaannya hanya terletak pada pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
“Standarisasi dan pengendalian mutu harus tetap sama. Yang membedakan hanyalah pendekatan pembelajaran,” katanya.
Ia menekankan pentingnya mengoptimalkan seluruh jalur pendidikan untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah. Berdasarkan data Kemendikdasmen, Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan jumlah ATS tertinggi di Indonesia, yakni sekitar 527 ribu anak.
“Jumlah penduduk Jawa Barat paling besar sehingga risiko ATS juga paling tinggi. Sementara di Kabupaten Sukabumi sendiri jumlah ATS mencapai sekitar 56 ribu anak,” ungkapnya.















